Kegiatan “Capasity Building: Membangun Program Konservasi Berkelanjutan di batas Provinsi Jawa Tengah-Jawa Barat”

Dalam rangka implementasi kerjasama dengan Forum Pohon Langka lndonesia (FPLI) pada tahun 2024 ini yaitu mengembangkan program konservasi ekosistem pohon langka berbasis masyarakat dan stakeholder, yang bertujuan mernbuka jalan gotong royong dari seluruh komponen pernangku kepentingan yang disekitarnya menjadi habitat pohon langka. Maka Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan bersarna FPLI melakukan rangkaian kegiatan “Capasity Building: Membangun Program Konservasi Berkelanjutan di batas Provinsi Jawa Tengah-Jawa Barat” yang ¬†dilaksanakan pada Hari Rabu-Jum’at, 17-19 Januari 2024 berlokasi di Student Center Universitas Kuningan dan Gunung Tilu Desa Cimara, Kuningan.

Mitra FPLI adalah Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan (UNIKU), kelompok Tani Hutan Capar, serta Kelompok Tani dan Konservasi Tilu Daun, dimana ketiganya adalah penggerak konservasi yang memiliki visi besar mempertahankan kelestarian ekosistem bukit pambarisan. Ekosistem bukit pambarisan merupakan bentang alam perbukitan yang tersambung dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) Kabupaten Kuningan, sampai Kabupaten Ciamis (Jawa Barat). Lokasinya terletak di perbatasan provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah, sehingga menjadi kawasan yang sangat penting sebagai habitat fauna dan flora.

Catatan dari mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan UNIKU dan kelompok tani konservasi Tilu Daun mengungkap bukit pambarisan di gunung Tilu sebagai habitat alami pohon langka terancam kepunahan seperti Vatica javanica subs. javanica, Castanopsis argentea, dan Dipterocarpus retusus dan merupakan rumah bagi fauna seperti Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, Julang Emas, Rangkong Badak, Lutung Jawa, surili, Kera Ekor Panjang, Trenggiling, dan Landak Jawa.

Salah satu program yang digagas oleh Forum Pohon Langka Indonesia adalah melindungi habitat pohon langka melalui perlindungan ekosistem dan membangkitkan nilai kawasan sebagai ekowisata berbasis masyarakat, dengan menyuguhkan landscape keindahan alam dan kenakaragaman hayati sebagai objek utamanya. Proses menuju cita-cita besar itu, perlu dilengkapi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan baik dari aspek pemahaman pohon langka dilengkapi dengan pemahaman fauna, aspek pengelolaan, hingga aspek sumberdaya manusia, sehingga program besar yang digagas dapat ditempuh satu per satu.

Tujuan dari kegiatan ini adalah 1)Meningkatkan kemampuan Pengelola dan pegiat konservasi sebagai mitra FPLI dalam melakukan konservasi berbasis masyarakat; 2) Sosialisasi pelestarian pohon langka; 3) Mendorong adanya pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata hutan.